Rekomendasi destination : Bandung


Ngakunya suka jalan tapi, rekor jangkauanku buat traveling hanya sepanjang Bandung - Bali. Ya, gimana lagi, buat anak SMA biasa seperti aku agak mission imposible buat memecahkan rekor itu . Ngomong2 soal Bandung, itu juga baru aku lakukan, sekitar dua bulan yang lalu. Perjalanan ke Bandung ini jadi agenda terakhir liburan kenaikan kelas aku, setelah selama dua minggu menghabiskan waktu dengan jalan2 ( bareng teman2 dan keluarga aku ) ke : WBL, berpindah2 mall, atau hanya sekedar makan bareng sambil main PS dan nonton. Ini juga karena kebetulan mantan pacar kakak aku menikah, dan FYI, dia nikahnya di Bandung, mungkin karena alasan sungkan, akhirnya kakak menghadirinya, dan aku pun diajak ;p. Perjalanan ini aku dilakukan di akhir liburan, tanggal 11-13 Juli 2008. Kami berangkat sore2 dari Pandaan, bareng pak Jasmet ( sopir ) dan anaknya, si Nur, melewati Prigen, Trawas, Mojokerto, dan entah sampai mana ( maaf, aku memang pengidap SMS – Short Memory Sindrome ), pokoknya kami akhirnya berhenti di POM untuk sholat maghrib sekaligus isya’, trus karena perut makin melilit, kami pun memutuskan untuk makan pecel di sebuah lesehan di Ngawi ( seingatku neh, itu sekitar pukul 9 malam - karena ada Harry Potter di 'bioskop' salah satu TV swasta), abis itu, aku nggak tau lagi, tau2 udah nyampe di jalanan Jogja pukul 12 malem, setelah itu tertidur dengan suksesnya. 


Dan paginya, aku terbangun, karena pak Jasmet ( ehm, tapi yang bilang si Nur ) membangunkanku dan kakak untuk sholat subuh ( yang lagi2 di POM ), dan itu belum sampai Bandung !! Uhg, padahal, rencananya subuh sampai sana. Perjalanan akhirnya diteruskan dengan terkantuk2, kami entah sampai dimana, ada di kampung yang orangnya kedingian semua ( bayangin orang2 ke luar rumah, tapi berbalut sarung..), singkat cerita deh, kami akhirnya sampai di Bandung ( di mess pacar kakakku, yup, FYI juga, dia ada di Bandung, nggak tau deh, bisa kebetulan berbau2 Bandung gini.. ), setelah itu, kami ( yang belum mandi, he5 ), sarapan dulu di sebuah resto, karena emang laper banget, setelah perjalanan molor berjam2. Setelah itu, kami ke hotel ( namanya Telagasari kalo tidak salah, di daerah Setiabudi – karena tidak memungkinkan untuk tidur di mess pacar kakak – ehm, namanya Doni ), dan memutuskan untuk tidur karena kecapekan. Jam 1 siang, kami cabut dari hotel ( setelah bangun dan sholat ), ke Gedung Sate, ke kawasan Dago, nyari2 kaos dan souvenir murah. Nyobain es durian yang ehm..(yummy ) dan keliling2 lainnya untuk berbelanja – ke distro2 terdekat, maghrib, balik ke hotel, sejenak tidur. Jam 10 malam ( coba kalo ada di rumah - pasti ibu sudah mencak2, he5 ), kami ke Sari Ater ( itu pemandian air panas – setelah sebelumnya makan serabi Bandung yang terkenal itu..). Setelah tengah malam, balik deh ke hotel. Besoknya, ini sebenarnya yang dijadikan alasan ke Bandung, menghadiri pernikahan, karena ini hari terkhir kami disini, ya..kami memanfaatkan sebelumnya untuk keliling2 ( sekali lagi ) mengitari jalanan Bandung, pergi ke Cibaduyut ( yang setelah tawar2 alot, kami dapat tas dan memborong sandal untuk oleh2 – yang baru2 ini aku tau, di Jogja, sandal yang sama ternyata harganya lebih murah, sialan!! ), dan dengan berat hati, hari itu kami meninggalkan Bandung. Lalu, perjalanan dilanjutkan dengan kebalikan perjalanan awal ( mampir2 ke : IPDN, foto2 disana sambil liat cowok2 cakep ;p dan Brebes – beli telor asin ). Singkatnya, kami sampai ke Pandaan jam 7 pagi ( yang membuatku harus merelakan hari pertama masuk sekolah – dan membuat aku harus duduk sendirian di hari2 berikutnya, hikz ).. Tapi meski perjalanan ke Bandung ini “ long road “, tapi, beneran deh..menyenangkan !!

Share:

0 comments