F1 Final Battle

Bangun pagi – pagi ( setelah sebelumnya masang alarm jam 00.00, tapi baru melek jam 1-an, he5 ), bela2in buat nonton live final battlenya F1. Sumpah!!Ga rugi deh, meski berakhir dengan dramatis...Aku baru liat setelah balapan kurang 40-an lap, waktu itu posisinya yang paling depan Massa. Terus, selanjutnya sih, datar2 aja, maksudku, nggak ada kecelakaan, dan juga jarak antar pemain lebih dari 1 detik.... Tapi, keadaan berubah. Dimulai dengan turunnya hujan di lap 5 terakhir. Vettel yang udah ‘ngintil’ Hamilton sejak lama, akhirnya berasil menyalipnya setelah ganti ban, aduh, keren deh. Dan, gara2 itu si Hamilton jadi nomor 6. Semua serasa mendukung Massa jadi juara ( Alonso, Kimi, juga tetap jaga jarak di depan ). Huah..semangat banget, persaingan yang biasa2 aja jadi rada memanas, karena kalo Hamilton jadi finis nomor 6, harapan jadi world champion usai sudah.. Aku dan mas, udah teriak2 di depan TV buat nyemangatin Vettel dkk ( karena, pada akhirnya aku jadi pendukung Massa – yang udah berusaha sekuat tenaga, apalagi dia kan udah rada berubah imagenya, makanya itu, daripada Hamilton, kalo pun jadi world champion, nggak keren, nggak kayak Rossi nih, yang mngunci gelar dengan perfecto!!, dia cari aman aja kayaknya, sebel aku, makanya itu aku jadi kayak gini, he5 ), dan ternyata sampai lap terakhir pun Vettel posisinya masih berada di depan Hamilton, rasanya gerbang kemenangan udah ada di depan mata Massa deh, para kru dari kedua belah pihak ( Ferrari dan McLaren, juga jadi was2, mereka sama2 berdoa, ya..selain rebutan world champion kan, mereka juga rebutan gelar constructor..), aku yang nonton aja jadi was2 juga. Tapi, setelah Hamilton finis, dramatis banget, suasana di paddock yang awalnya gembira pun berubah jadi sedih bagi Massa, bayangin aja garis finis sudah nampak, tapi, si Timo Glock nyebelno itu melenceng dan membiarkan Vettel dan Hamilton finis lebih dulu. Sialan..aku cuma bisa diam, krunya Ferarri yang awalnya peluk2an gembira juga diam, dan Massa nangis..Haduh, bener2 speechless. Kok rasanya nggak adil gitu, Massa yang udah berusaha segitunya hari ini harus rela jadi runner – up dengan selisih 1 poin doang..


Suasana yang kontras terlihat di kubu Hamilton, mereka gembira banget, ya, secara Hamilton kan jadi juara termuda sepanjang sejarah gitu. Tapi, banyak yang melukin Massa, nenangin dia..Dan Massa pun berusaha lapang dada nerima ini semua.. Menerima kekalahan setelah gerbang kemenangan yang ada di depan mata tertutup buat dia di public sendiri...Bahkan Massa bilang, "Dia sudah mengumpulkan lebih banyak poin dari saya, jadi dia memang pantas menang.."

sixbuble

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment