Karena Kita Beda, Karena Itu Kita Bersama :)


Kembali blogging karena pengen ikutan lomba ;D *berasa blog ini benar-benar termanfaatkan – ya emang gunamu itu kan blog?hha*. Waktu lihat tema dari lomba ini : Merayakan Keragaman, yang aku ingat tentang hubungan antara sesama kita. Hubungan antara dua orang yang saling mencintai, yang pada akhirnya mereka saling melengkapi perbedaan yang ada. Hubungan antara agama yang berbeda, ras yang berbeda, suku yang berbeda, umur yang berbeda. Dan yang ingin aku ceritakan sekarang tentang ADT (Autis Development Team), ketika perbedaan itu membuat kita semua bersama.
ADT ku kenal setahun lebih yang lalu, ketika kita sama – sama terjebak dalam kelas yang sama di awal perkuliahan tanpa ada pilihan lain. Terdiri dari 30 orang *di awal dua orang keluar, di akhir –sekarang ini- dua orang masuk*. Tidak saling mengenal, bingung di awalnya, merasa asing, tapi akhirnya satu yang nyatuin kita : sama-sama gila :).


Kita berbeda warna kulit, jenis rambut, umur, latar belakang, asal daerah, logat, hobi, agama. Tapi, mungkin kita memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersama, seperti dijodohkan, kita saling mencintai satu sama lain, membuat suatu keluarga baru. Seperti yang aku bilang di awal tadi, orang – orang yang saling mencintai akan saling melengkapi, ya, begitulah yang aku rasakan.
Sifat – sifat yang berbeda itu malah membuat keadaan menyenangkan. Tertawa, menangis, jalan-jalan bersama. Saling menularkan sifat yang baik *dan nggak jarang juga sifat yang buruk ;p*. Saling menertawakan bahasa dan logat yang terasa asing *sekaligus belajar bahasa baru dan menjadi bersyukur menjadi bagian dari Indonesia yang mempunyai begitu banyak suku*. Yang ‘kuat’ membantu yang ‘lemah’, yang ‘muda’ menghormati yang ‘tua’ *meski terkadang lupa ;)*, yang ‘mayoritas’ nggak melupakan yang ‘minoritas’ *saling nunggu waktu beribadah*. Menjadi partner-in-crime dalam berbagai hal.
Meski terkadang karena perbedaan itu terjadi kesalahpahaman. Meski terkadang karena perbedaan itu kita jadi saling bertengkar. Meski terkadang jadi sebel sendiri, marah sendiri.. Tapi toh *lagi-lagi sebagai orang-orang yang saling mencintai*, kalau hal itu tidak ada, justru akan membuat semuanya garing *tau kan? Kriuk” nggak berisi..;p*. Contoh simpelnya, bayangin deh kalau semua orang punya wajah dan nama yang sama, kita jadi nggak ada identitas kan? Kalau semua orang dari suku yang sama, kita nggak akan pernah dengar bahasa yang aneh-aneh. Kalau semua orang serius, jadi mati. Kalau semua orang lucu, pasti jadi bingung apa yang mau diketawain.
Saatnya membuka mata kalau kita diciptakan Tuhan sedemikian berbedanya. Bersyukur atas anugerah ini. Membuat sesuatu jadi lebih enak terlihat karena kita punya pandangan yang berbeda. Karena kita beda, kita akan bersama…

Rayakan Keragaman!!,
-iMa

sixbuble

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment