Bersyukur itu susah sekali ya?


Pas kapan hari, liat komen di salah satu foto sodara. Komennya nohok abis, ‘enak ya kamu? Hidup di tengah kemewahan gini?’. FYI, itu ceritanya sodara saya nge-upload foto soal travelling ke Makassar. Wew, bersyukur itu susah sekali ya?

Dan hal itu terjadi pada saya. Saya nggak tau kenapa ini terjadi, hoaa, rasanya juga pengen njedokin kepala ke tembok saja. Tuhan pasti marah banget ini sama saya, saya tau itu.

Selama ini udah merasa diberi keberuntungan yang banyak. Punya keluarga baik, mau ngapain juga monggo, punya teman – teman yang baik, di sekolah ( sekarang kampus ya? udah tua .__. ) juga baik, ngerjain tugas baik ( meski ga sebaik si Irie-kun ). Seenggaknya hidup saya lancar, tidak terlalu banyak keluhan.. dan karena itu saya jadi jarang bersyukur.. terlena..

Beberapa orang bilang pada saya, ketika ngerjain sesuatu, ketika ingin sesuatu, bahwa mereka bukan saya. Mereka bukan saya yang kayaknya gampang – gampang saja melakukan hal itu. Jadinya, saya malahan jadi speechless. Nggak tau mau ngapain. I’m not that great sodara - sodara.
Dan sekarang baru terasa, ada yang salah dengan saya. Kemalasan yang berlebihan, ketidak - syukuran itu akhirnya membawa saya kesini. Terpeleset. Dan saya nggak mau jatuh lebih dalam lagi. Maafkan saya.


(Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (Al-Mulk[67] : 23)


Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmy memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Ibrahim[14]:7) 



Share:

0 comments