Aku. Kamu. ADT.


Dulu, pertama kali bertemu, kita masih membawa banyak pertanyaan kenapa kita disini. Masih mempertanyakan apa sebenarnya rencana Tuhan dengan mempertemukan kita.
Samar – samar masih teringat ketika kita berbaris di lapangan merah, dengan baju hitam putih rapi setrikaan. Samar – samar masih teringat bagaimana kita berkenalan, berusaha menghafal antara wajah dan nama.
Kemudian halaman - halaman itu mulai terbuka. Kita bukan orang yang pertama kita kenal. Bukan lagi orang yang masih malu – malu. Bukan lagi orang yang menyembunyikan sesuatu.
Tanpa sadar, kita selalu bersama – sama. Bergerombol entah itu akan ke kantin atau mushola. Mengagetkan penghuni lab yang kita usir dengan paksa. Memulai perjalanan kita dari Malang sampai Jakarta.
Meski terkadang ada sepercik benci diantara kita, toh akhirnya kita tertawa. Memafkan, seperti katamu, ‘bagaimanapun, kita teman’.
Tak peduli kaki yang tak sengaja sampai di kepala. Tak peduli serapah yang tak sengaja terucap. Kita akan selalu tahu itu rasa sayang.
Selalu ada sebab kenapa Tuhan mempertemukan kita. Yang aku tahu, betapa aku akan merindukanmu, nanti. :).

A friend is one of the nicest things you can have, and one of the best things you can be.  ~Douglas Pagels

untuk ADT tercintah, XOXO,
foto merupakan koleksi pribadi.
-iMa

Khuzaima

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment