Sahabat?

Ada orang - orang yang memang bisa kamu anggap sahabat, 
orang yang tiap harinya kamu habiskan bercerita dengannya,
yang tiap harinya bisa jadi tempat keluh kesahmu,
atau bahkan meski kamu tidak menemuinya di waktu yang lama,
dia tidak akan pernah jadi orang asing.

Tapi ada juga orang - orang yang hanya teman,
orang yang mungkin terjebak di tempat yang sama denganmu,
orang yang kamu kenal sekedar nama,
orang yang tidak perlu mendengar ceritamu, keluh kesahmu,
orang - orang yang kadang tetap terasa asing.

Dan kamu tidak dapat menghindar untuk bertemu dengan keduanya. Begitupun saya.
Ah, kalau bisa saya memilih punya sahabat saja, karena saya akan ikhlas, saya tidak akan jadi terpaksa mendengar cerita, atau setengah hati bercerita. 
Bagaimana kalau jangan - jangan orang yang saya anggap sahabat tidak menganggap sama? Apa dia juga setengah hati mendengar cerita saya selama ini?


-iMa ♥



Share:

0 comments