Jodoh

hanya Tuhan yang tahu kepada siapa kita akan berjodoh. 
bukankah karena berjodoh, bahkan jarak antar gang akan kalah dengan jarak antar kota? 
seperti orang - orang yang lalu lalang di sekitar kita tapi tak kenal. 
seperti orang asing yang tiba - tiba bertemu di suatu perjalanan yang jadi kawan baik.

berjodoh. 
sebagian orang memaksa karena cinta pandangan pertama. 
sebagian lain karena terjebak di keadaan yang sama. 
sebagian lagi mengalami pertemuan yang tidak disangka - sangka.

berjodoh. 
tak melulu berarti bertemu dengan pasangan hidup. 
bisa jadi saat bertemu dengan guru saat SD. 
bisa jadi saat bertemu dengan teman. bisa jadi dengan pekerjaan.

dan, berjodoh identik dengan menunggu. 
seseorang berkata, menunggu merupakan hal terbaik yang bisa dijalankan untuk memperoleh jodoh yang baik. 

menunggu sambil belajar hal - hal baru. 
menunggu sambil melakukan hal - hal yang baik. 
menunggu sambil memperbaiki diri. 
menunggu sambil berbagi dengan yang lainnya.

ku pikir, tidak ada yang salah dengan ucapannya, bahkan karena perkataan itu aku jadi bertanya - tanya pada diri sendiri, apakah aku sudah seperti itu? apa aku sudah melakukan hal - hal yang dapat membuatku lebih baik? apa aku sudah pantas untuk dipertemukan dengan jodoh baik di luar sana?

hanya saja, ada satu hal yang mengganggu, apakah kita hanya bisa menunggu? ku kira menambahkan satu hal lagi akan lebih baik : berharap. bukannya dengan menyisakan harapan kita akan bertahan? bukannya dengan berharap maka menunggu akan lebih punya tujuan? 

jadi sekarang, bagaimana kalau menunggu sambil berharap jodoh datang tanpa tersasar? mari berdoa bersama - sama saya segera berjodoh dengan pekerjaan, hehe :D



~gara - gara keinget talkshow Tere Liye beberapa bulan yang lalu, gara - gara galau juga jadi pengangguran :|

-iMa


Khuzaima Kousni

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment