Movie Review : Catching Fire

Hola! Saya kembali dengan review film~ (aslinya sih gara" nggak ada yg mau dipost dan liat review terakhir kok udah jadul banget :p). So - so, ceritanya minggu lalu hari ni baru k gresik, kmren ngantor d Sby nonton film kedua dari Trilogi Hunger Games : Catching Fire. Kalo yang belum nonton sih saran saya, tontonlah Hunger Games lebih dulu.. :D

Oke, balik ke CF.. Film masih bercerita tentang Katniss, Peeta, Gale (Liam tambah ganteng! :p), dan orang - orang yang berhubungan dengan Hunger Games, Distrik 12, dan tentu saja Capitol. Bagian awal CF menceritakan kehidupan Katniss - Peeta yang sedang berada di tahun kemenangannya.. dan sebagai pemenang dari Hunger Games tahun lalu, mereka jadi penghuni desa kemenangan dan memegang beban untuk tour kemenangan. Sebelumnya, Presiden Capitol (yang nyebelin itu) udah mewanti - wanti Katniss karena beliau sudah tahu trik berries yang dilakukan Katniss dan Peeta di Hunger Games, yang membawa mereka jadi pemenang, dan tanpa disangka, malah jadi simbol harapan dari distrik - distrik tertindas untuk menentang Capitol.


Tanpa ada yang tahu, kecuali Capitol, ternyata di distrik - distrik telah dimulai berbagai pemberontakan penentangan Capitol. Waktu Katniss - Peeta melakukan tour mereka, di distrik pertama yang mereka kunjungi, yaitu distriknya Rue, mereka menyampaikan pidato yang tidak sesuai dengan apa yang sudah diatur oleh Iffie, mereka menyampaikan apa yang mereka rasakan (dan tentu mengharukan, mengingat Rue merupakan salah satu peserta yang punya ikatan emosional dengan Katniss - inget kan akhir hidupnya Rue?), yang ternyata malah membuat salah satu penonton mengacungkan simbol tiga jari mereka yang merupakan tanda penentangan Capitol. And well, sudah dapat ditebak bagaimana nasib orang itu ditangan Capitol :(.



Tidak mau hal yang sama terulang, akhirnya Katniss-Peeta meneruskan drama mereka, menjadi pemenang-yang-baik versi Capitol, menyampaikan apa yang ditulis Iffie, menutup telinga dengan pemberontakan yang ada di depan mata mereka.

Kemudian, sampailah pada Hunger Games ke - 75 : Quarter Quell, event 25 tahunan dari Hunger Games yang membuat Hunger Games ditahun itu punya aturan istimewa. Dasar si President itu pengen melenyapkan Katniss, jadinya aturan istimewa Quarter Quell kali ini yaitu peserta berasal dari pemenang Hunger Games, hidup tenang yang dijanjikan sebagai hadiah pemenang sudah tidak berlaku lagi. 

Peserta dari distrik 12 dapat ditebak dong, Katniss dan Peeta.. Mau nggak mau mereka menjalani latihan seperti dulu lagi dan bertanding lagi. Btw ya, suka sekali dengan visualisasi latihan HG kali ini, jadi bayangin kalo ini film 3D kayaknya lebih seru. Waktu perkenalan peserta HG, Katniss memakai wedding dress sebagai ungkapan kegagalan pernikahannya dengan Peet, FYI, itu gaun rancangan Tax Saverio, tahu dong, perancang Indonesia satu itu :), dan satu scene yang pasti bikin Presiden Capitol mencak - mencak yaitu diakhir perkenalan..semua peserta bergandengan tangan hahaha

Sampailah kita di pertandingan Hunger Games.. kali ini settingnya ada di cuaca yang nggak panas tapi bikin dehidrasi, ada laut, ada hutan, better daripada HG tahun lalu (dan ohya, perancangnya juga udah beda, si Seneca udah mati bunuh diri *kasian
*). 

Tax's dress

Seperti HG tahun lalu, mereka pun saling bersekutu untuk mencapai kemenangan. Detailnya liat aja filmnya, hahaha. Yang nggak disangka adalah akhir dari film ini.. oke sebenarnya tahu sih karena udah baca novelnya, tapi yaa yang belom kayaknya nggak kepikir sih.. Dan saya nggak mau spoiler.. pokoknya akhir kisah ini bikin kita tertawa senang karena Presiden Capitol jadi sebel banget, dan menentukan awal dari akhir trilogi HG.
Well, selamat menonton.. :)))

lihat trailer di sini
**gambar minjem di google :p

-iMa

Khuzaima Kousni

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment