24 Jam


Dari dulu kita punya kesempatan melakukan beberapa hal sehari.
24 Jam. Berulang setiap hari, sampai kita mati.
Seberapa banyak yang bisa dilakukan?
It depends.

Ada yang rasa - rasanya mendapat jatah lebih dari itu, mengerjakan kegiatan seabrek, tapi tetap bisa tersenyum bersantai bersama teman - temannya.
Ada yang rasa - rasanya dikejar dengan pekerjaannya, bangun pagi sekali, tidur malam sekali, dia tidak punya waktu.
Ada yang tidak melakukan apa - apa, diam, dan blam! waktunya habis begitu saja.
Dan saya sepertinya ada diantaranya.

Saya pernah merasakan bagaimana sepertinya tidak ada waktu yang tersisa dari 24 jam itu, having no life, hanya melakukan hal yang seharusnya saya lakukan tanpa memenuhi keinginan saya *waktu stress TA salah satunya :p*. Atau sewaktu saya bahkan belum selesai mengerjakan sesuatu, but time flies so fast. Baru - baru ini merasakan bagaimana sebenarnya punya waktu atau tidak punya waktu itu tergantung pada kebiasaan dan well, keadaan.

Salah satunya, saya baru sadar banyak yang bisa saya lakukan dalam waktu 1 jam. Sewaktu masih ngantor di Gresik, saya harus selesai bangun-sholat-mandi-sarapan sebelum jam 7 pagi, kemudian naik bus jemputan untuk sampai di kantor sebelum jam 8. Berada di kantor selama 8 jam, dan baru sampai lagi ke kost minimal sejam setelah itu. Tiba - tiba sudah malam, tiba - tiba sudah waktunya tidur, tiba - tiba sudah harus bangun lagi. Dan semua berulang. Rasanya capek sekali di awal kerja.


Tapi sekarang, dengan perbedaan waktu hanya satu jam -karena kantor Surabaya benar - benar dekat untuk dijangkau- saya jadi seperti punya waktu lebih dari itu. Padahal semua tetap pada tempatnya, 24 jam. Tapi saya bisa menambahkan ngepel, nyuci, liat anime, revisi kodingan *gaya banget :p*, baca novel, olahraga, sholat dhuha dalam waktu sejam itu. Mungkin karena saya masih terbiasa dengan waktu yang lama, jadi saya masih membanding - bandingkan. Atau mungkin sebenarnya, saya sendiri yang membuat keadaan dulu tidak punya waktu itu tanpa saya sadari? Bisa jadi. Tapi, kalau memanfaatkan waktu sejam ini membawa dampak baik, kenapa tidak untuk dilanjutkan kan? Anggap saja sebagai salah satu bentuk mensyukuri waktu :).


Jadi, syukuri saja semua nya sebelum ini semua berakhir. Ohya, doakan saya kerasan di kantor baru, yak! :D


P.S : Gambar dapat dari googling di sini



Love,


-iMa


Khuzaima Kousni

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment