MOVIE REVIEW : Cinderella (2015) - It's throwback!


Dan akhirnya saya memanfaatkan e-cash buat nonton, lumayan lah hemat 50%, yeay!. Kenapa saya akhirnya nonton Cinderella daripada Insurgent misalnya? simple, karena saya belom nonton Divergen *plaak* daann.. karena saya penasaran ama kata bang Narpati kalo film ini merupakan visualisasi nyata dari Cinderella versi kartun yang baik. Let's see!

Film ini berdurasi kurang dari 2 jam, cukup singkat. And well, ternyata bang Narpati emang benar. Film ini nggak maksa bikin versi Cinderella yang kekinian, tapi tetap Cinderella di masa lampau, sebagai catatan, Cinderella yang saya kenal merupakan versi kontemporer Disney di tahun 1950, meskipun ada yang menyebutkan versi sebelumnya. Entahlah, saya jadi seperti nonton The Sound of Music, dengan cerita lain haha.

Cinderella step mother and sisters

Cerita benar - benar tidak menyimpang dari versi kartunnya, tidak ada penambahan cerita dari garis besar cerita yang di ketahui banyak orang. Tentang Cinderella yang tinggal bahagia bersama kedua orang tuanya tapi kemudian ibunya meninggal, ayahnya yang seorang saudagar memutuskan menikah lagi dengan wanita yang memiliki dua orang putri. Tapi malang, tidak lama setelah itu sang ayah juga meninggal, Cinderella akhirnya jadi 'pembantu' untuk ibu tiri dan kedua saudari tirinya. Cinderella bertemu pangeran. Pesta dansa yang mengundang semua rakyat, Cinderella yang meninggalkan sepatu kaca di pesta tersebut. Pangeran yang akhirnya mencari ke pelosok negeri dan akhir yang bahagia di ujung cerita. That's it (ah, nggak bisa nggak spoiler ya kalo Cinderella, dari sebelum nonton pun pada tahu cerita ini, kan? Saya sampai nggak mikir nulis ini, wkwk)

Cerita yang tidak menyimpang, gaya berpakaian di era lampau, setting tempat yang jauh dari perkotaan modern saat ini, bahkan (karena saya bingung apa yang mau dikomentari) pemilihan cast di film ini pun, mungkin kena make up juga sih, cocok lah sama settingan masa lampau gini, hihi. 

what a gorgeous gown!

Ngomongin cast, yang paling cocok menurut saya, sang Pangeran! Oh My, Richard Madden ini visualisasi sosok Pangeran banget deh, agak kayak nonton serial barbie, hahaha. Kalo Lily James, Cinderella, yaa, boleh lah, meski saya nggak terlalu suka sih, tapi saya suka banget gaun biru di pesta dansa itu *salah fokus*. Cate Blanchett juga keren jadi ibu tiri jahat, meski Angelina Jolie dari Maleficent lebih terlihat jahat :p. Dan ohya, saya juga suka sama Nonso Anozie, karekter Captain yang baik pas banget buat dia.

Captain!

Jadi kesimpulannya, film ini benar - benar visualisasi yang cukup baik. Hasil bayangan dari membaca / melihat kartun Cinderella di jaman kecil. Dan ya, ini masih bisa di tonton bareng anak di bawah umur (PG kok ratingnya), karena juga, just one kiss in this movie, hahaha. Manis banget deh. Menyenangkan kok nontonnya, throwback!


Happy watching,
-iMa

Share:

0 comments