Jatuh Cinta

Kamu di atas motor. Dan betapa bersyukurnya aku ketika lampu itu berwarna merah. Waktuku seperti terhenti sementara. Kamu menaikkan kaca helmmu, menoleh padaku. Kamu tersenyum! Oh Tuhan, aku jatuh cinta.


(Meila)

Perempuan itu datang terlambat. Perempuan yang entah bagaimana seperti tahu semua jadwal kehidupanku. Terganggu? Iya. Bagaimana bisa kamu tidak terganggu kalau setiap hari ada yang mengikutimu. Senang? Iya. Kapan lagi ada yang dengan sukarela membawakanmu kue – kue enak. Tapi, sejak aku bertemu dengannya sore itu, sepertinya aku sudah mulai terbiasa. Buktinya sekarang aku malah menunggunya. Apa aku mulai jatuh cinta?

(Adit)

Kadang, ada hal yang kamu tahu kamu tidak dapat meraihnya, meskipun kamu ingin. Jangan katakan aku tidak berusaha. Tentu saja aku berusaha. Tapi dia tidak menyadarinya. Apa aku menempati folder teman yang tersegel? Sampai aku tidak bisa berpindah? Ah, kenapa juga sekarang dia malah jatuh cinta pada laki – laki sorenya itu? Kenapa dia sampai repot – repot mengikutinya setiap hari? Kenapa dia tidak melihatku saja? Hei, aku ada disini setiap hari, Meila!

(Saka)



Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta. Tapi, sekali ini, bolehkah aku memilih.. kamu?


Love is everywhere :)
-iMa

Khuzaima Kousni

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment