Monday, July 21, 2014

Pulang ke Rumah

Aku nggak tau apa ini terjadi pada semua orang yang sedang berada di luar kotanya sendiri, baik untuk sekolah slash kuliah slash kerja slash mengikuti suami *halah* yang notabene nggak punya masalah di rumahnya. Tapi kalau aku sih, sejak kuliah, rasa - rasanya hal ini selalu terjadi, haha.

Pulang ke rumah. Itu jadi agenda wajib setiap weekdays berakhir buatku. Aku akan rela - rela saja berebutan buat naik bus antar kota yang selalu membludak jumlah penumpangnya di akhir minggu, rela - rela saja terlambat sampai di rumah karena bus yang menghilang dari peredaran, rela - rela saja menunda berbuka sampai isya menjelang. Dan.. itu dulu. Apa sekarang aku jadi nggak pulang - pulang? Jawabannya : aku jadi lebih sering pulang! *wink*

Di tengah bulan ramadhan yang selalu terasa berbeda setiap tahun, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dua kali seminggu. Itu berarti aku akan kembali ke Surabaya hari senin, pulang ke rumah hari rabu, balik lagi hari kamis, dan berakhir pulang ke rumah di sabtu siang, hahaha.

Ah sudahlah dengan segala omongan kalo aku terlalu banyak pulang, anak mami, atau apalah. Percayalah, ketika ada jauh dari rumah, keinginan untuk pulang akan jauh berlipat ganda, suatu hari nanti kalian akan mengalaminya, semoga *eh*.

Lalu, apa alasan untuk pulang ke rumah sebenarnya? mungkin jawaban yang tepat itu memenuhi kebutuhan jiwa *dan raga! :p*. Terlalu sulit mencari jawaban lain, hanya saja perasaan akan jauh lebih baik, pikiran akan kembali ke jalan yang benar ketika berada di rumah, buruk sangka dan kehilangan nafsu makan akan menghilang ketika mendengar tawa keponakan secara langsung. Berada diantara orangtua dan saudara-saudaramu meski hanya dalam hitungan jam itu membuktikan betapa sederhananya cara membuat diri sendiri bahagia. Itu nggak bisa digantiin deh dengan texting, nelpon, atau video calling tiap hari :)


" Dan jika suatu saat buah hatiku, buah hatimu untuk sementara waktu pergi. Usahlah kau pertanyakan kemana kakinya akan melangkah. Kita berdua tahu, dia pasti pulang ke rumah. " (Banda Neira - Di Beranda)
Tapi tapi.. khusus buat bulan ramadhan ini sih aku punya alasan lain. Sebagai seorang muslim, yang kerjanya di perusahaan yang muslimnya bisa dalam angka yang tidak terlalu besar, rasanya menjalani ramadhan tidak berasa ada di bulan suci ini :(. Saat kamu puasa sendirian, teman - temanmu makan siang, saat kamu mengaji sendirian, saat kamu ke masjid dengan tanpa seorang pun yang kamu kenal. Itu rasanya berat *nangis*, sekaligus menguatkan untuk lebih taat kepada Tuhan. Yeah! fighting!

Dan tiba - tiba sudah berada di ujung ramadhan. Kalau kata seorang teman itu pulang ke rumah antara bahagia dan juga menyakitkan karena kita tahu kapan ujung dari kepulangan kita, sepertinya aku jadi ketagihan buat sering - sering pulang. Well,itu terasa benar, kita nggak akan pernah tau kan kapan kita nggak bisa pulang, suatu hari nanti?

selamat puasa :)
-iMa

Friday, March 21, 2014

24 Jam


Dari dulu kita punya kesempatan melakukan beberapa hal sehari.
24 Jam. Berulang setiap hari, sampai kita mati.
Seberapa banyak yang bisa dilakukan?
It depends.

Ada yang rasa - rasanya mendapat jatah lebih dari itu, mengerjakan kegiatan seabrek, tapi tetap bisa tersenyum bersantai bersama teman - temannya.
Ada yang rasa - rasanya dikejar dengan pekerjaannya, bangun pagi sekali, tidur malam sekali, dia tidak punya waktu.
Ada yang tidak melakukan apa - apa, diam, dan blam! waktunya habis begitu saja.
Dan saya sepertinya ada diantaranya.

Saya pernah merasakan bagaimana sepertinya tidak ada waktu yang tersisa dari 24 jam itu, having no life, hanya melakukan hal yang seharusnya saya lakukan tanpa memenuhi keinginan saya *waktu stress TA salah satunya :p*. Atau sewaktu saya bahkan belum selesai mengerjakan sesuatu, but time flies so fast. Baru - baru ini merasakan bagaimana sebenarnya punya waktu atau tidak punya waktu itu tergantung pada kebiasaan dan well, keadaan.

Salah satunya, saya baru sadar banyak yang bisa saya lakukan dalam waktu 1 jam. Sewaktu masih ngantor di Gresik, saya harus selesai bangun-sholat-mandi-sarapan sebelum jam 7 pagi, kemudian naik bus jemputan untuk sampai di kantor sebelum jam 8. Berada di kantor selama 8 jam, dan baru sampai lagi ke kost minimal sejam setelah itu. Tiba - tiba sudah malam, tiba - tiba sudah waktunya tidur, tiba - tiba sudah harus bangun lagi. Dan semua berulang. Rasanya capek sekali di awal kerja.


Tapi sekarang, dengan perbedaan waktu hanya satu jam -karena kantor Surabaya benar - benar dekat untuk dijangkau- saya jadi seperti punya waktu lebih dari itu. Padahal semua tetap pada tempatnya, 24 jam. Tapi saya bisa menambahkan ngepel, nyuci, liat anime, revisi kodingan *gaya banget :p*, baca novel, olahraga, sholat dhuha dalam waktu sejam itu. Mungkin karena saya masih terbiasa dengan waktu yang lama, jadi saya masih membanding - bandingkan. Atau mungkin sebenarnya, saya sendiri yang membuat keadaan dulu tidak punya waktu itu tanpa saya sadari? Bisa jadi. Tapi, kalau memanfaatkan waktu sejam ini membawa dampak baik, kenapa tidak untuk dilanjutkan kan? Anggap saja sebagai salah satu bentuk mensyukuri waktu :).


Jadi, syukuri saja semua nya sebelum ini semua berakhir. Ohya, doakan saya kerasan di kantor baru, yak! :D


P.S : Gambar dapat dari googling di sini



Love,


-iMa


Friday, February 21, 2014

Twenty something

after years, yeah, i am a twenty something~
dan selama ini, semua berjalan dengan baik – baik saja.. mari membanding – bandingkan dengan umur sebelumnya, hihi. check! check!

ada rutinitas yang berubah, sekarang selalu ada di Surabaya untuk hari senin sampai sabtu, tidak ada lagi selasa, rabu, kamis, jumat indah untuk tiba – tiba berlari pulang ke rumah. *sad*
ada lingkungan yang berubah, sekarang ngekost di gang yang lebih tikus supaya dekat dengan kantor, dengan jumlah penghuni kost yang lebih banyak, tetangga kostan yang berbeda, tapi akses yang lebih baik.
no more jam seenak udel, kebayang kan kuliah empat tahun yang bisa diatur jadwalnya, kemudian berubah jadi 8AM-4PM di kantor, fix, ga bisa ditawar?
ada teman baru *hooray!*
i am making money! best part di awal umur ini.. alhamdulillah ya, sudah dapat gaji karena usaha sendiri, hoho

apalagi ya? yang lain sepertinya masih sama..
masih bertahan di berat badan segini aja :p
masih lebih suka bikin kue daripada masak dan tetap mencari orang untuk jadi target penghabisan :D
masih suka bareng – bareng ama ADT dimana pun, kapan pun, kemana pun itu (tetep gaje, tetep gatau malu, tetep rumpi, obat awet muda yang terpercaya, hahahaha)
masih suka nulis blog ini, masih suka almond, masih suka aroma cinnamon, masih suka hujan...

eniwei, karena waktu kerja yang agak – agak susah buat pulang, pas pulang kemarin orang rumah sudah dong merayakannya, an early birthday for me! *group hug*
kalo pas tahun lalu lagi tiba – tiba dikejutkan dengan serombongan perempuan yang menyerbu rumah.. tahun ini dikejutkan dengan serombongan barang di atas meja kerja (beserta kursi dan kunci laci) yang raib saat masuk ruangan *sigh*. 
fyi, rombongan tersebut akhirnya ditemukan dengan keadaan mengenaskan di ruang server dan taraaa.. membuatku terkurung di dalamnya, oh My! *mulai lebay*. resiko berteman dengan orang – orang jahil, hahaha, but thanks guys, tidak akan terlupakan lah (untung pake jaket pas masuk ruangan itu – bisa beku :|)
tapi, malamnya gagal ngopi bareng orang – orang spesial karena hujan lebih mendominasi langit Surabaya.
tapi lagi, masih bisa nonton Robocop bareng dengan ADT tercintah plus dapat pudding buah berlilin dari mereka *bahagia*

semoga harapan – harapan baik dari ibu, sodara – sodara, dan teman – teman berhasil dilangitkan dan di terima oleh Tuhan. semoga aku menjadi orang yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik :)

i love you,
-iMa 




Thursday, February 6, 2014

Topeng

Some people, well, so many people say to do not judge a book by it's cover.
But cover does matter, bagaimana pun juga.
Dan saya bukan orang yang luput dari tipuan itu, atau kalo boleh jujur, kadang termasuk menipu diri sendiri.
Dulu sih, kalo dibilangin masalah isi-kover itu, kepikirannya, ada orang yang keliatan baik, tapi ternyata di belakang ngomongin hal yang nggak - nggak, as simple as that. Saya rasa sih, ini cuma karena nggak peka aja, karena toh,pada akhirnya ada aja orang yang ngomong, 'Aku udah ngerasa deh si A itu kayak gitu dari awal kenal'. See? 
Berarti kalo seperti itu, yang salah kita juga ya? Mau aja percaya dengan apa yang di depan mata. Atau mungkin, karena kita udah merekayasa sedemikian rupa, agar seseorang itu terlihat baik di mata? Oh, I did it! Seperti saya bilang sebelumnya : menipu diri sendiri. Jujur saja, saya pernah ada di masa lebih nyaman membuat rekayasa demikian, kalo ada hal yang orang itu lakukan, dan saya nggak suka, ya udah merem aja.
Ada saatnya, saya udah nggak bisa lagi cuma merem waktu saya nggak suka apa yang dilakukan seseorang. Sekarang - sekarang ini, saya lebih milih buat ngomong kalo udah terasa mengganggu sekali. Meskipun, konsekuensinya, orang ini nggak nerima atau malah ninggalin saya. Seenggaknya, saya udah nggak pura - pura, kan? 
Tapiii..kemudian, keadaan berganti ketika saya yang menjadi subjek yang bersangkutan. Ada suatu keadaan yang menyebabkan saya pada akhirnya, memasang topeng *pfft* . Dan itu rasanya nggak enak sama sekali. Saya gerah. Jadi bertanya - tanya, orang yang suka pake topeng itu apa nggak kesiksa? 
Belakangan, ternyata, sepertinya saya jadi agak pinteran *ehem*. Masalah isi-kover ini ternyata luas sekali cakupannya. Bukan hanya tentang, ini-baik-ini-tidak-baik. Bisa jadi tentang menyembunyikan rahasia. Bisa jadi tentang menyimpan perasaan. Bisa jadi banyak hal. Ah, ini hal yang nggak ada simpel - simpelnya ._.

Ada banyak, terlalu banyak, topeng yang digantung di depan muka.
Seakan memberi kesempatan untuk memilih, topeng mana yang akan saya pakai hari ini? 
Topeng mana yang akan saya lihat hari ini?

Love,
-iMa


gambar diambil dari sini

Saturday, February 1, 2014

Chinese New Year 2014

Happy Chinese New Year..
Sepanjang hidup saya, berhubung saya juga bukan keturunan cina, perayaan imlek tidak pernah menjadi agenda saya. Dann.. tahun ini, pertama kalinya saya mengikuti perayaan imlek karena saya ngantor di perusahaan yang notabene cina.
Di awal tahun, di penghujung januari ini, event yang ada di kantor ya imlek ini. Perayaan imlek kali ini tidak sekedar bagi angpau dan makan - makan, tapi mengadaptasi dari perusahaan induk, tahun ini ada acara baru : Lomba Kostum Unik.
Kostum unik yang dimaksud disini mempunyai cakupan yang luas, tergantung yang menginterpretasikan. Divisi saya tidak mau ketinggalan untuk mengikuti acara dengan embel - embel uang 300 ribuan ini. Apalagi babe alias si bos saya tidak keberatan untuk mendanai kostum. Mulailah berbagai ide terlontar, beberapa orang mulai menjadi 'target' pemakai kostum, termasuk saya. Akhirnya, diputuskan untuk membuat danbo, si robot kardus. Pertama, karena di ruangan banyak kardus tak terpakai, kedua, karena yang akan memerankan danbo tidak akan terlalu malu.


Jadi, sejak hari selasa sampai tadi beberapa jam sebelum show, hampir semua di divisi ini, aku, pak Rahmad, Rio, Sanly, Nurul, mulai riweuh dengan kardus, gunting, printer, lem, selotip, benang, rafia untuk membuat danbo ini. Sementara mas Aang berpasrah diri berkali - kali kita paksa untuk fitting kostum, hihihi. Alhamdulillah, akhirnya dengan nomer urut 4 kami berhasil tampil juga. Horee..

TIM IT with Danbo for CNY 2014

Sayangnya, ini semua tidak sempurna, kami gagal membawa titel pemenang. Tapi kami tidak bersedih (ya, ngapain juga), danbo kami akhirnya jadi penghuni baru di ruangan kami :). Yang memenangkan perlombaan ini yaitu ko Yusak dengan kostum kupu - kupu yang bohai sekali, hihihi. Terakhir, seperti kata sambutan kemarin, semoga tahun ini perusahaan kami semakin berkembang, amiinn.. :D

Love, 

-iMa





Monday, January 6, 2014

Menyeberang


aku sudah diujung zebra cross.
tanganku menekan tombol di tiang penyeberangan.
suara berisik mulai memenuhi jalanan sambil menampilkan lampu yang berganti ke warna merah.
kendaraan - kendaraan itu sudah mulai melambatkan lajunya, menyilakan untuk menyeberang.
kemudian aku menengok ke kanan dan ke kiri. 
mulai melangkah dengan segenggam harapan di dada.
aku akan bertemu denganmu!

jepret! jepret! jepret!

aku terkaget. 
seketika menghentikan langkah.
sepertinya ada jutaan kilatan lampu flash yang tiba - tiba menyerang. 
seakan aku artis papan atas yang kabur dan dikejar paparazzi.
pandanganku kabur. 
aku tidak dapat melihat apa yang ada di ujung lain zebra cross ini.
bahkan ku rasa zebra cross dibalik sepatuku mulai menghilang.
aku panik. 
oh tidak, aku tidak dapat menemuimu!

kenapa jalan ke arahmu begitu banyak halangan?
apa aku harus menunggu lagi?
padahal aku sudah tinggal menyeberang.
percayalah, tidak ada yang mengalahkan kebosanan menunggu waktu itu tiba.

semoga ini tidak terlalu lama.
gambar dari sini
- iMa 



Friday, November 22, 2013

Movie Review : Catching Fire

Hola! Saya kembali dengan review film~ (aslinya sih gara" nggak ada yg mau dipost dan liat review terakhir kok udah jadul banget :p). So - so, ceritanya minggu lalu hari ni baru k gresik, kmren ngantor d Sby nonton film kedua dari Trilogi Hunger Games : Catching Fire. Kalo yang belum nonton sih saran saya, tontonlah Hunger Games lebih dulu.. :D
Oke, balik ke CF.. Film masih bercerita tentang Katniss, Peeta, Gale (Liam tambah ganteng! :p), dan orang - orang yang berhubungan dengan Hunger Games, Distrik 12, dan tentu saja Capitol. Bagian awal CF menceritakan kehidupan Katniss - Peeta yang sedang berada di tahun kemenangannya.. dan sebagai pemenang dari Hunger Games tahun lalu, mereka jadi penghuni desa kemenangan dan memegang beban untuk tour kemenangan. Sebelumnya, Presiden Capitol (yang nyebelin itu) udah mewanti - wanti Katniss karena beliau sudah tahu trik berries yang dilakukan Katniss dan Peeta di Hunger Games, yang membawa mereka jadi pemenang, dan tanpa disangka, malah jadi simbol harapan dari distrik - distrik tertindas untuk menentang Capitol.
Tanpa ada yang tahu, kecuali Capitol, ternyata di distrik - distrik telah dimulai berbagai pemberontakanpenentangan Capitol. Waktu Katniss - Peeta melakukan tour mereka, di distrik pertama yang mereka kunjungi, yaitu distriknya Rue, mereka menyampaikan pidato yang tidak sesuai dengan apa yang sudah diatur oleh Iffie, mereka menyampaikan apa yang mereka rasakan (dan tentu mengharukan, mengingat Rue merupakan salah satu peserta yang punya ikatan emosional terutama dengan Katniss), yang ternyata malah membuat salah satu penonton mengacungkan simbol tiga jari mereka yang merupakan tanda penentangan Capitol. And well, sudah dapat ditebak bagaimana nasib orang itu ditangan Capitol :(.Tidak mau hal yang sama terulang, akhirnya Katniss-Peeta meneruskan drama mereka, menjadi pemenang-yang-baik versi Capitol, menyampaikan apa yang ditulis Iffie, menutup telinga dengan pemberontakan yang ada di depan mata mereka.
Kemudian, sampailah pada Hunger Games ke - 75 : Quarter Quell, event 25 tahunan dari Hunger Games yang membuat Hunger Games ditahun itu punya aturan istimewa. Dasar si President itu pengen melenyapkan Katniss, jadinya aturan istimewa Quarter Quell kali ini yaitu peserta berasal dari pemenang Hunger Games, hidup tenang yang dijanjikan sebagai hadiah pemenang sudah tidak berlaku lagi. Peserta dari distrik 12 dapat ditebak dong, Katniss dan Peeta.. Mau nggak mau mereka menjalani latihan seperti dulu lagi dan bertanding lagi. Btw ya, suka sekali dengan visualisasi latihan HG kali ini, jadi bayangin kalo ini film 3D kayaknya lebih seru. Waktu perkenalan peserta HG, Katniss memakai wedding dress sebagai ungkapan kegagalan pernikahannya dengan Peet, FYI, itu gaun rancangan Tax Saverio, tahu dong, perancang Indonesia satu itu :), dan satu scene yang pasti bikin Presiden Capitol mencak - mencak yaitu diakhir perkenalan..semua peserta bergandengan tangan hahaha
Sampailah kita di pertandingan Hunger Games.. kali ini settingnya ada di cuaca yang nggak panas tapi bikin dehidrasi, ada laut, ada hutan, better daripada HG tahun lalu (dan ohya, perancangnya juga udah beda, si Seneca udah mati bunuh diri). Seperti HG tahun lalu, mereka pun saling bersekutu untuk mencapai kemenangan. Detailnya liat aja filmnya, hahaha. Yang nggak disangka adalah akhir dari film ini.. oke sebenarnya tahu sih karena udah baca novelnya, tapi yaa yang belom kayaknya nggak kepikir sih.. Dan saya nggak mau spoiler.. pokoknya akhir kisah ini bikin kita tertawa senang karena Presiden Capitol jadi sebel banget, dan menentukan awal dari akhir trilogi HG.
Well, selamat menonton.. :)))

lihat trailer di sini

-iMa
 

Setumpuk Cerita... | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates