Suatu hari di Madura

Hari itu, hari minggu pertama di bulan Agustus. Bersama dengan orang - orang di kampung, kami berangkat sebis menuju Madura...

6.45
agak sebel karena molor sejam dgn alasan jam Indonesia *what the..,with that!*.
08.03
usai sudah melewati Suramadu, sejauh mata memandang, cuma hamparan..kotanya mana nih?
8.20
08.28
dari tadi kok jadinya market ke market, eh, ada bengkoang super gede :-D.
08.59
apa gw bilang, pasar lagi, haha.
09.09
pasar lagi?!
perbatasan antara Bangkalan-Sampang
09.11
katanya, di daerah ini banyak tambak ;-). Lauk utama masyarakat disini Ayam dan Bandeng. Banyak tanaman Tembakau juga.
09.14
banyak bangunan sekolah, dan mulai bagus" gedungnya.
Jalan bergelombang, berasa naek kapal, waka.

dan laporan perjalanan berakhir disini.. *hape saya yang buat nyatet rusak, tak da bekas


Perjalanan ini pokoknya bener" jadi ziarah sekaligus rekreasi kecil"an. Berkunjung ke beberapa makan pejuang islam di tanah madura (Batu Ampar, mbah Kholil), ke keajaiban dunia (Api tak kunjung padam), berakhir di Surabaya (Ampel), dan yang pasti nggak lupa buat belanja :D.
Perjalanan yang cukup panjang juga sih, tapi benar" jadi pengalaman baru, mengenal suatu daerah yang aku belum pernah kesana sebelumnya..

Madura itu, sering disebut pulau garam oleh banyak orang. Tapi, sebenarnya waktu berkunjung kesana ternyata daerah ini bukan cuma penghasil garam saja sih. Ada tembakau dan gamping juga. eruntungnya, perjalanan ini ada seorang yang dulu pernah besar di Madura, jadi ada tour guide gratisan, hha.
Oya, yang unik ya, Madura ini islam banget gitu, ada asmaul husna yang dipancang mengelilingi pulau ini sepertinya (karena perjalanan memutar dan aku selalu melihat tiang - tiang asma Allah ini, kurasa).

Pulang tengah malam, dan cukup capek untuk mengeposkannya (tapi berakhir dengan penyesalan karena tidak bisa melaporkan dengan lengkap :s)

Cheers,
-iMa
*\^.^/*

sixbuble

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment