Penjual Es Krim


Ada anak kecil merengek kepada ibunya untuk dibelikan es krim ketika penjual es krim itu memulai kelilingnya. Ibu bertanya, “kamu mau yang mana adek?”, si anak akhirnya diam, dia kemudian sibuk melihat gerobak es krim itu, berpikir – pikir mana es krim yang akan dimakannya, akhirnya dia berkata, “aku mau yang coklat aja deh Ma”. Sambil tersenyum penjual es krim itu menyodorkan satu cone bulatan coklat.

Penjual itu meneruskan perjalanannya, sambil bernyanyi nyanyi sepanjang perjalanannya. Menyanyikan lagu ceria yang membuat tiap pasang telinga tergerak untuk menolehnya, atau bahkan berlari menghampirinya.

Gerobak itu lalu berhenti padaku. Ya aku yang sudah memperhatikan penjual es krim itu dari tadi. Penjualnya bertanya padaku sambil tersenyum, “kamu mau es krim?”. Dan deretan warna – warna es krim itu pun sekarang ada di hadapanku. Menyapa, dari balik kaca.
“aku yang vanilla, Pak”
*Seandainya perasaanmu sejelas warna – warna es krim itu…dan aku dapat memilihnya..
-iMa

Khuzaima

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

No comments:

Post a Comment