-->
  • JOGJADIENG TRIP PART 1 : Tamansari Jogja


    I'm on my birthday last week. And, treat for my self is holidaaaayyy *hooraayy*. Pas banget ama hari - hari terjepit, kemudian pengajuan cuti pun approved. Berangkat lah daku ke Jogja dan Dieng for so-long weekend. Jadi, mau bagi(pamer) ah ke reader soal liburan kemaren *yakali ada reader yang setia ya :p*

    Berangkat dari Surabaya tanggal 18, naek Sancaka Sore, and it was my very first time naek kereta api sendirian! hoaa, untungnya Surabaya - Jogja hanya ditempuh dalam 5 jam pake kereta. Dan ohya, tapi disana saya nggak sendirian, sudah janjian ama si Jejong di stasiun Tugu (dia dari Jakarta).

    Dan tujuan pertama kami : Nyari hotel/motel/home stay murah on the spot. Karena dulu udah pernah nyari - nyari, lokasi yang kami pilih sih di sekitaran Jl. Malioboro, yaitu Jl. Sostrowijayan. Dan akhirnya, dapet deh di Hotel Karunia dengan rate 130k-150k (untuk weekend)/hari. 

    Gimana hotelnya? Menurutku sih not bad. Dengan harga segitu kita dapat kamar yang cukup luas, dengan 2 single bed, kipas angin, lemari, tempat jemur handuk, dan sarapan.Cukup bersih dan petugasnya ramah :)

    Hari pertama officially liburan dimulai pagi hari berikutnya. Niatnya pokoknya, kami harus bisa jalan - jalan seharian di Jogja karena besok sudah harus berpindah kota (lihat ntar di post berikutnya :p). Dan, part 1 ini mari kita lihat - lihat ada apa di Tamansari!


    "Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.
    Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.
    Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

    Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan."

    pas jalan kesini ada tukang jual tahu sumedang, dan kami tidak tega melewatkan *alibi* *padahal laper*

    Dengan tiket 5k kami masuk ke taman ini. Dan yang pertama terlihat  setelah melewati gerbang yaitu kolam (pemandian) yang lagi nggak ada airnya, hehe. According to Wiki, sepertinya kami ada di bagian kedua. Ada kolam yang besar ditengah, bayanginnya sih dulu putri dan selir berkumpul mandi disini. Disisi kanan ada ruangan (yang mungkin untuk berganti pakaian). Sementara di sisi kiri ada kolam yang lebih kecil. Katanya sih, ini macam private pool, jadi selir yang terpilih mandi disini deh ama raja, terpisah dari kolam besar di tengah itu.




    ruangan di sisi kanan - bisa ngintip ke taman dari balik jendela ini

    Disisi kiri ini juga ruangan yang merupakan kamar tidur yang masih terhubung dengan private pool. Ya sepertinya, kamar itu digunakan setelah berenang(berendam?) oleh raja dan selir terpilihnya *if-you-know-what-i-mean*. Dan juga tangga menuju menara di atasnya. Dari menara ini, raja bisa melihat - lihat pemandangan di bawahnya. Eniwei, tangga ke menaranya dari kayu yang rasanya rapuh sekali, agak serem sih, haha.

    (masih) di ruangan di sisi kanan - yang terlihat di depan, bagian atas
    itu yang aku maksud menara raja

    Di tengah (lurus dengan pintu masuk pertama), akan ada tangga untuk menuju gerbang kedua. Dan yang terlihat adalah semacam lobby(?) menuju ke tempat - tempat lainnya.

    Misalnya, kalo kita memilih ke depan, kita dapat naik tangga untuk menuju ke semacam benteng yang bisa banget buat melihat - lihat pemandangan dari atas. Atau mungkin ke arah kiri sehingga kita menemukan ruangan - ruangan seperti dapur, kamar, dsb. I dunno, mungkin ini dulu semacam tempat tinggalnya. Sedangkan kalo ke arah kanan, kita menuju ke perkampungan warga, hehe. And yes, tamansari itu benar - benar ada di tengah pemukiman, yang rasanya sayang banget. Bahkan ada rumah warga yang 'nempel' di bagian tamansari ini :(

    *mukaku, yaampun, asli panas sih kemaren tapi, hahaha*

    After all, tamansari ini cantik! Apalagi kalo cuacanya pas. Jadi bayangin kalo kolam yang kemaren itu ada airnya sih, pasti bagus sekali, pasti seneng renang - renang disitu, hahaha. Yang perlu disayangkan sih, banyak yang tidak terawat, seolah yaudahlah dibiarin gitu aja, padahal itu kan sapa tau rapuh ya? Lalu, dibagian benteng dan menara misalnya, banyak banget corat - coret tulisan. Oh come on, itu bikin jelek, gaes. 

    Mungkin lain kali bisa kesini lagi, kemaren nggak nemu bagian yang katanya semacam ruang bawah tanah juga bekas jembatan (terlewatkan juga sepertinya tidak padahal, hmm). Mungkin juga, karena kita sendiri (no guide tour) jadinya ada cerita - cerita tak lengkap, jadi kalo yang benar - benar pengen tahu, bayar guide aja, hoho.

    Dan perjalanan masih panjang..
    See you next post!

    -iMa
    **foto koleksi pribadi :)

  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment