MOVIE REVIEW : The 5th Wave


Saya kembali dengan review film, yeay! *ini bener - bener sesuai mood banget, haha*. 

So, karena hari senin waktunya nomat pake tcash, kita milih nonton The 5th Wave kemarin. Nggak ada alasan khusus sih, saya bahkan nggak liat trailer, ato baca buku nya. FYI, The 5th Wave merupakan seri pertama dari trilogi The 5th Wave (The 5th Wave, The Infinite Sea, dan The Last Star) nya Rick Yance. Satu - satunya yang saya tahu dari poster filmnya ya cuma main actress nya Chloë Grace Moretz (If I Stay, Hugo, Kick Ass..).

Sebelum nerusin baca, this movie is just indifferent, hehe. 

A young adult, science-fiction, dystopian movie about alien invasion. Alien merebut bumi dan tentu saja masalahnya ada pada manusia. Lalu bisa di tebak kan apa yang di lakukan para alien ini -yang selanjutnya di sebut "The Others" - : melenyapkan manusia secara bertahap. Well, they just need our earth, not us. Saya suka ide nya, apalagi alien nya bukan berupa makhluk aneh.


Film di buka dari narasi Cassie Sullivan (Chloë Grace Moretz) *yang benernya nggak penting - penting banget*, tentang gelombang invasi yang dilakukan "The Others". Dimulai dari matinya semua daya : hape mati, mobil tabrakan, sampai pesawat jatuh di depan sekolah. Gelombang kedua berupa banjir dan tsunami *bagian ini kece sih tsunaminya*. Gelombang ketiga berupa flu burung yang juga membuat sahabat dan ibu Cassie tiada. 

Setelah gelombang ketiga ini, orang - orang mulai mengungsi, tanpa mereka tahu bahwa gelombang keempat harus di hadapi bahkan di pengungsian : "The Others" yang mulai mengambil alih tubuh manusia. 


Tentara Amerika datang ke pengungsian, remaja dan anak - anak diungsikan ke tempat yang dipercaya lebih "aman". Cassie yang kembali untuk mengambil boneka Sammy (Zackary Arthur) -adiknya- tertinggal bus yang membawa Sam, plus dia harus melihat bagaimana sisa orang di pengungsian terbunuh, tidak terkecuali ayahnya. Anyway, the bear-thing was too much, too close up, should be sentimental but it just...

Gelombang kelima yang belum di ketahui pun dipercaya semakin mendekat. Cerita pun terbagi dua, tentang perjalanan Cassie menuju pangkalan Wright-Patterson tempat Sam diungsikan dan tentang apa yang terjadi di pangkalan tersebut sebenarnya.


Cassie become a tough girl, yang nenteng - nenteng senjata laras panjang, yang mau nggak mau nggak bisa percaya siapa pun, yang mukanya sampe lecek *tapi rambutnya tetep bagus :p*, yang sempet ketembak kakinya oleh "The Others", yang harus bertahan hidup sendirian sampe akhirnya dia ketemu cowok misterius *and oh so-gergeous*, Evan Walker (Alex Roe). And turned to love story ~ *ah!*

Meanwhile, pangkalan udara tempat pengungsian berubah jadi medan militer. Remaja dan anak - anak yang ditolong itu di rekrut paksa untuk jadi "tentara" untuk melawan "The Others". Wew, saya bener - bener langsung bandingin ama The Hunger Games / Divergent  / Maze Runner deh, kelempar jauh hahaha *eh*. Disini Sam ternyata satu squad dengan Ben Parish (Nick Robinson, Jurassic World, remember?) *Cassie's Highschool crush* dan juga Ringer (Maika Monroe) *yang beneran deh selain Chloë, Maika ini aktingnya ngebantu banget di film ini, cuma kelebihan eyeliner yang entah darimana dapetnya :p*


This movie was fine, cuma ya kadang lupa kalo ada alien invasion, ke distract ama kisah cinta Cassie *ato ama Alex Roe?, hahaha*. Ada beberapa orang yang kayaknya wasted banget disini dan terlupakan begitu aja. Military trainingnya kurang nendang, sedihnya juga kurang nendang, belum lagi masalah make up yang kayaknya nggak masuk akal banget, dan tentu saja nggak enak banget kita udah bisa nebak sapa musuhnya sebelum akhir T_T. Padahal ide yang sampe "The Others" itu take-over human keren deh, dan manis sekali kan tujuan Cassie ke Wright-Patterson itu.


Apakah Cassie akan sampai di Wright-Patterson? Siapa sebenarnya Evan? Apa misi sebenarnya dari squad Ben-Ringer-Sam? Siapa sebenarnya "The Others"? Tonton aja! Hahaha.


3/5 from me,
-iMa

Share:

0 comments