Obrolan

Obrolan itu bisa saja di mulai dari dua orang yang tanpa sengaja berada di café yang sama. Diantara aroma – aroma kopi yang menguar yang membuat ingin berlama – lama duduk. Yang dimulai dari bahkan tanpa saling menanyakan nama.
Kadang saya merasa seperti diaryDiary berarti harus siap diisi cerita kan? Berhubung saya ini masih makhluk hidup, jadilah saya bukan hanya pendengar setia, tapi juga tidak jarang ada celetuk keluar dari mulut saya :p
Dari obrolan, saya jadi tahu cerita dibalik diusirnya salah satu anak kost, saya jadi tahu sejak kapan bapak penjual cilok di depan halte kampus saya berjualan. Saya tiba – tiba jadi kenal dengan ibu kantin, tiba – tiba bertemu dengan bapak di bus yang ternyata seorang chef di restaurant terkenal. Saya jadi tempat curhat colongan teman yang baru putus, jadi obat galau dari teman yang jatuh cinta diam - diam pada seseorang, jadi teman berdebat masalah tidak penting dengan teman yang lain.
Dan cerita – cerita itu selalu mempunyai sisi yang berbeda, tergantung siapa yang bercerita dan darimana dia memandangnya. Saya yang kadang terjebak sebagai diary dari dua orang berbeda yang ternyata punya masalah, hanya bisa bergumam sendiri kenapa satu kisah bisa berbeda cerita. 

Sebagai catatan, obrolan, kadang bisa jadi awal lain dari suatu rahasia. :)

-iMa 

Khuzaima Kousni

Februari, 18. Surabaya.

It's about accepting what's not meant to be, to be more awesome!

4 comments:

  1. yang penting jangan suka obral obrol

    ReplyDelete
  2. "Saya yang kadang terjebak sebagai diary dari dua orang berbeda yang ternyata punya masalah, hanya bisa bergumam sendiri kenapa satu kisah bisa berbeda cerita."

    ak tau ini ahahhaha

    ReplyDelete
  3. hahaha, ssstt jangan bilang" Mams :p

    ReplyDelete